| TERKINI | + |
SOLO (19 Juni 2013): Pakar komunikasi Novel Ali menilai dibandingkan partai lain, citra Partai NasDem di mata masyarakat masih baik. Karena itu, citra positif ini jangan sampai ternoda, karena para calegnya tidak bisa melakukan komunikasi politik dengan masyarakat.
Novel mengungkapkan hal itu dalam acara orientasi calon legislator (caleg) Partai NasDem Provinsi Jawa Tengah di Diamond Convention Center, Solo, Rabu (19/6).
Novel mengatakan, masyarakat Indonesia sekarang ini sudah tidak lagi percaya kepada partai politik. Partai NasDem, demikian dosen Universitas Diponegoro ini, harus mampu menyembuhkan penyakit ketidakpercayaan tersebut.
Untuk itu, kata Novel, Partai NasDem, juga para calegnya, jangan sampai melukai masyarakat, "karena jika Anda melukai masyarakat, sesungguhnya Anda juga melukai partai."
Novel juga mengingatkan para caleg saat melakukan kampanye dan berkomunikasi dengan masyarakat tidak melakukan hal-hal yang dapat merusak citra partai. "B
erperilakulah dan berpolitiklah secara santun. Utamakanlah kepentingan masyarakat, jangan mementingkan diri sendiri."
Novel juga menyarankan para caleg Partai NasDem jangan takut bersaing dengan caleg dari partai lain. "Tampillah secara kesatria. Kalau ada sesuatu yang salah, jangan buru-buru salahkan rakyat, tapi introspeksilah, akuilah kesalahan," kata Novel.
Ia juga berharap agar para caleg Partai NasDem tidak menggunakan uang untuk meraih kemenangan. "Kalau Anda punya kredibilitas, percayalah, Anda yang akan dipilih," tegas Novel.
Sekjen DPP Partai NasDem Patrice Rio Capella menambahkan, Partai NasDem didirikan bukan sekadar ikut pemilu, tapi memenangi Pemilu 2014. "Oleh sebab itu para kader harus senantiasa menjaga soliditas,"
Read More +
SOLO (19 Juni 2013): Ketua DPP Partai NasDem Victor Laiskodat menegaskan, Partai NasDem didirikan untuk mengubah Indonesia. Karenanya, gerakan restorasi tidak akan terealisasi jika partai ini diisi oleh pencoleng-pencoleng yang hanya memanfaatkan partai untuk kepentingan pribadi yang bermotifkan uang. Victor menegaskan hal itu dalam acara pembekalan bagi para calon legislator (caleg) Partai NasDem Provinsi Jawa Tengah di Solo, Rabu (19/6). Menurut Victor, NasDem adalah partai pergerakan. "Karena itu kita, termasuk para caleg yang berjuang di partai ini sesungguhnya adalah kaum pergerakan. Oleh sebab itu aneh jika kaum pergerakan masih menyimpan sikap tidak disiplin dan korup. Orang pergerakan, kata Victor, tidak pantas menengadahkan tangan, tapi sebaliknya, harus mampu memberi dan melayani, bukan minta dilayani. "Orang pergerakan harus bisa mengatasi masalah, bukan malah lari dari masalah," tegasnya. Partai NasDem didirikan, menurut Victor, bukan proyeknya badan pemenangan pemilu, tapi proyek restorasi Indonesia. "Caleg Partai NasDem adalah pejuang pergerakan. Kita melakukan sesuatu harus tulus. Malulah kita bahwa kita akan melakukan restorasi, tapi kita bermental korup." Karena apa yang diperjuangkan Partai NasDem sangat mulia dan besar, kata Victor, "maka kita yang berada di Partai NasDem sesungguhnya adalah manusia-manusia super dan kita masih membutuhkan lagi banyak manusia super."[]
SOLO (19 Juni 2013): Hakim konstitusi Prof Dr Arief Hidayat menyebut Indonesia kini tengah menderita dua penyakit, yaitu disorientasi dan distrust. Partai NasDem harus bisa menyembuhkan penyakit ini. Ironisnya, kata guru besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang itu, dua penyakit tersebut tidak saja diidap para elite politik, tapi juga masyarakat. Arief Hidayat mengungkapkan hal itu saat memberikan pembekalan kepada para calon legislator (caleg) Partai NasDem Jawa Tengah yang tengah mengikuti orientasi caleg di Solo, Rabu (19/6). Memberikan contoh, Arief mengatakan, dalam pemilihan umum kepala daerah, para pemilih bersikap pragmatis, yaitu siapa yang membayar besar, dialah yang dipilih. Begitu pula, banyak anggota DPRD yang belum bersikap sebelum jelas siapa yang membayar. Dilatarbelakangi kenyataan itulah, menurut Arief, muncul distrust di kalangan masyarakat, bahkan tidak lagi percaya kepada partai. Arief berharap para caleg Partai NasDem mampu menyembuhkan kedua penyakit itu dengan mengedepankan demokrasi berhati nurani yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. Menurut Arief, Partai NasDem berada pada posisi yang menguntungkan, sebab sebagai partai baru, ia belum pernah berkuasa dan belum mengenal korupsi. Oleh sebab itu, demikian Arief, kelak kalau memenangi Pemilu 2014, Partai NasDem tetap menjunjung etika dan berdemokrasi dengan hati nurani. Dia minta kepada para caleg Partai NasDem agar terus menjalin komunikasi yang harmonis dengan konstituennya meskipun tidak terpilih dalam pemilu nanti. "Kalau menyumbang sesuatu, tuluslah. Jangan menarik atau meminta kembali bantuan yang telah diberikan karena kalah saat pemilu. Demokrasi berhati nurani tidak seperti ini," katanya. Partai yang baik, kata Arief, adalah partai yang terus menjalin hubungan yang intens dengan masyarakat meskipun kalah dalam pemilu. "Jangan hanya menjalin hubungan baik saat menjelang pemilu," ujarnya. Sebelumnya, ketika membuka orientasi caleg, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan ketidakpercayaan masyarakat kepada partai politik akan mengancam demokrasi dan sistem ketatanegaraan.[]
SOLO (19 Juni 2013): Direktur Eksekutif Indo Barometer Mohamad Qodari mengungkapkan, jika pemilu diselenggarakan hari ini, maka PDI Perjuangan tetap unggul di Jawa Tengah, sedangkan Partai NasDem menempati urutan ke-10. Qodari mengungkapkan hasil survai terbarunya tersebut di depan para calon legislator (caleg) Partai NasDem Jawa Tengah yang sedang mengikuti orientasi caleg di Solo, Rabu (19/6). Namun, dari hasil survai tadi, menurut Qodari, Partai NasDem masih punya peluang, sebab dari responden yang disurvai, sebanyak 26,5 persen menyatakan belum menentukan pilihan atau rahasia. "Angka inilah yang perlu dikejar Partai NasDem," katanya. Berdasarkan survai yang dilakukan lembaganya belum lama ini, PDIP menempati urutan pertama (25,8 persen), Partai Golkar (11,3), Gerindra (10,9), PKB (6,9), PPP (5,1), Partai Demokrat (4,3), PAN (4,1), PKS (1,9), Hanura (1,3), dan Partai NasDem (1,0). Untuk meraih kemenangan, saran Qodari, sebaiknya para caleg Partai NasDem melakukan pemetaan di daerah pemilihannya masing-masing agar bisa merumuskan strategi kemenangan dengan baik. Selain itu, para caleg hendaknya juga mempelajari demografi penduduk (calon pemilih). Untuk meraih suara, kata Qodari, sebaiknya caleg konsentrasi pada dapil berdasarkan demografi. Untuk mendapatkan kursi di Jawa Tengah yang jumlah pemilihnya diperkirakan 2,8 juta, menurut Qodari, seorang caleg cukup mengumpulkan 50.000 suara. Sebelumnya, Ketua KPUD Jawa Tengah Fajar Saka dan Ketua Panwaslu Jateng Abhan Misbah menginatkan para caleg agar mempersiapkan saksi yang benar-benar mengetahui tata cara penghitungan suara. "Bukan sekadar saksi yang datang ke TPS untuk melihat penghitungan," kata Fajar Saka. Untuk itu, saran Fajar, sebaiknya partai politik peserta pemilu juga membekali para saksi tentang kepemiluan.[]
JAKARTA (19 Juni 2013): Kepala Bidang Evaluasi dan Diseminasi Kementerian Pemuda dan Olahraga Wisler Manalu kembali menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (19/6). Wisler diperiksa dalam dugaan tindak pidana korupsi dalam pembangunan sarana dan prasarana Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Olahraga Nasional di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Wisler merupakan ketua panitia lelang proyek Hambalang. Ia dimintai keterangan sebagai saksi untuk tiga tersangka. "Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DK (Deddy Kusdinar), AAM (Andi Alfian Mallarangeng), dan TBM (Teuku Bagus Muhammad Noer)," jelas Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi Priharsa Nugraha. Wisler dianggap tahu banyak soal sepak terjang Andi Alifian Mallarangeng dan Deddy Kusdinar. Tak hanya itu, Wisler juga pernah meminta KPK untuk segera memeriksa sekretaris pribadi Andi Mallarangeng, Iim Rohimah. Menurut Wisler, Iim mengetahui seluk beluk proses proyek Hambalang. Dalam kasus Hambalang, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka adalah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng, mantan Kepala Biro Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar, serta Ketua Kerja Sama Operasi Hambalang Adhi-Wika, Teuku Bagus Muhammad Noor. Ketiganya dianggap menyalahgunakan wewenang yang merugikan keuangan negara. Terkait penerimaan hadiah atau janji berkaitan proyek Hambalang, Anas Urbaningrum selaku mantan Ketua Umum Partai Demokrat dianggap menyalahgunakan jabatan sebagai penyelenggara. Pada Kamis (13/6) lalu, KPK menahan tersangka Deddy Kusdinar usai diperiksa selama tujuh jam. Deddy ditahan di rumah tahanan KPK selama 20 hari.[]
| DUNIA NASDEM | + |
Metrotvnews.com, Bogor: Sebanyak 7 ribu orang telah mengunjungi Istana Bogor dalam kegiatan Istana Open selama dua hari yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bogor.
"Pada hari pertama ada 3 ribu orang disusul 4 ribu orang di hari kedua," ujar Istiadi,
Read More +